Lahirnya
sains modern melalui revolusi Copernicus yang diusung oleh Galileo dan Kepler
telah membawa pembaharuan terhadap cara-cara manusia dalam memahami dan
menjelaskan berbagai fenomena alam. Penjelajahan dalam kosmos yang dilakukan
oleh sains memiliki sebuah tujuan akhir, yaitu menyajikan suatu teori tunggal
yang dapat menjelaskan alam semesta secara keseluruhan. Hal ini meliputi dua
aspek, pertama,
penjelasan
terhadap perubahan alam semesta dalam ruang dan waktu yang diterjemahkan dalam
hukum-hukum fisika, dan kedua, menjawab pertanyaan tentang keadaan
awal alam semesta serta nasibnya di masa yang akan datang.
Sepertinya
tidak mudah menyusun suatu teori yang menjelaskan semua alam semesta sekaligus.
Sebagai gantinya, masalah dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil dan menjadi
sejumlah teori parsial. Tiap teori parsial menjelaskan dan meramalkan golongan
tertentu bagi pengamatan yang terbatas dengan mengabaikan pengaruh-pengaruh
kuantitas lain, atau mewakili kuantitas-kuantitas ini dengan suatu himpunan
bilangan yang sederhana. Pendekatan ini memang diakui memiliki kelemahan, sebab
jika secara mendasar semua hal dalam alam semesta ini bergantung pada semua
benda lain, maka mungkin menjadi mustahil untuk mendapatkan sebuah kerangka
rujukan yang utuh, yang bisa menjelaskan alam semesta secara keseluruhan dengan
hanya menyelidiki bagian-bagian kecil dan mengucilkan bagian yang satu dengan
bagian yang lain. Meskipun demikian, sepertinya inilah jalan satu-satunya yang
bisa dilakukan manusia untuk sedikit demi sedikit memecahkan misteri di balik
kejadian alam semesta.
Sebelum
penulis melanjutkan pada berbagai penemuan sains modern dalam usahanya
menemukan jawaban atas keberadaan alam semesta yang dituangkan dalam bentuk
teori parsial yang merupakan hasil pengamatan terbatas atas alam semesta,
penulis terlebih dahulu akan menjelaskan apa yang disebut dengan Teori
Keilmuwan serta perbedaan pengertiannya dengan Model.
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata teori diartikan sebagai suatu pendapat yang
dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa. Sedangkan
model adalah acuan dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. Pengertian ini
mirip dengan pengertian hipotesis. Akan tetapi pada dasarnya ia berbeda.
Hipotesis adalah anggapan dasar atau sesuatu yang dianggap benar untuk alasan
atau pengutaraan pendapat, meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan.
Dalam
kaitannya dengan alam semesta, Stephen Hawking memberikan penjelasan bahwa
suatu teori hanyalah suatu model alam semesta. Atau model bagi suatu bagian
terbatas dari alam semesta, dan seperangkat aturan yang menghubungkan kuantitas
dalam model itu dengan hasil pengamatan yang kita buat. Suatu teori akan
dianggap baik, apabila ia dapat memenuhi dua syarat. Pertama, teori itu
harus bisa memberikan suatu penjelasan dengan tingkat kepresisian yang tinggi
mengenai sekelompok besar pengamatan atas dasar suatu model yang hanya
mengandung beberapa unsur secara sewenang-wenang. Kedua, teori itu
harus membuat ramalan yang pasti mengenai hasil pengamatan di masa depan. Dalam
hal ini Hawking memberikan contoh teori Aristoteles yang mengatakan bahwa tiap
benda tersusun atas empat unsur: tanah, udara, api dan air. Teori ini memenuhi
persyaratan yang pertama. Namun teori ini tidak membuat ramalan pasti apa pun.
Di sisi lain, teori gravitas Newton didasarkan pada model yang lebih sederhana
lagi. Dalam model itu benda saling tarik-menarik dengan suatu forsa yang
berbanding lurus dengan suatu kuantitas yang disebut massa masing-masing dan
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda-benda itu. Teori ini
meramalkan gerak matahari, bulan dan planet-planet dengan tingkat kepresisian
yang tinggi.
Lebih
lanjut Hawking menyebutkan bahwa teori fisika bersifat spekulatif, dalam arti
teori itu hanyalah suatu hipotesis. Atau dengan kata lain, suatu teori bisa
gugur apabila hasil suatu pengamatan dapat membuktikan bahwa teori itu salah,
bahkan satu bukti saja dari hasil pengamatan yang menyatakan ketidakcocokan
dengan teori tersebut sudah dianggap cukup untuk menggugurkan teori itu dan
menggantinya dengan teori yang baru. Jadi, kriteria teori yang baik menurut
Karl Popper yang dikutip oleh Hawking adalah dicirikan dengan fakta bahwa teori
itu membuat sejumlah ramalan yang pada prinsipnya dapat dibuktikan keliru oleh
pengamatan. Teori itu akan selamat dan tetap bertahan apabila hasil pengamatan
mendukung terhadap teori tersebut, demikain pula sebaliknya.
Dalam
kosmologi, nantinya, yang memiliki telaah berbeda dengan telaah bidang sains
lainnya, yaitu kosmos, yang merupakan satu-satunya objek amatan, memiliki teori
yang berbeda dengan teori fisika maupun teori dari bidang lain yang hampir
selalu dapat diuji untuk banyak gejala serupa. Hipotesis kosmologi hanya dapat
diterapkan ke kosmos itu sendiri. Dengan alasan ini, para kosmolog
memperkenalkan hipotesis dengan arti berbeda.
Model
lebih sering dipergunakan daripada hipotesis atau teori. Keuntungannya, kata
model menunjukkan bahwa teori-teori kosmologi tidak pernah merupakan jawaban
akhir. Teori dalam kosmologi hampir senantiasa terbentur dengan teka-teki yang
jawabannya mengambang dalam satu-satunya ruang-waktu yang diketahui.
Hal
serupa tentu saja juga berlangsung dalam ilmu-ilmu lainnya. Hanya saja, dalam
kosmologi pertanyaan terbuka jauh lebih banyak. Sebuah model kosmologi bukan
semata hipotesis hasil perampatan empiris data amatan dari kawasan tertentu
ruang-waktu, melainkan buah interaksi antara unsur observasional dan unsur
konseptual matematika serta fisika. Sementara itu, kosmos sebagai sebuah
kesatuan tetap merupakan keseluruhan absolut yang unik dan tak sepenuhnya dapat
tertuang dalam data amatan.
Dengan
demikian kita telah mengetahui bagaimana suatu teori keilmuwan itu bekerja
dalam menjelaskan fenomena alam. Oleh karena itu, penulis segera mengulas
beberapa teori parsial yang diajukan oleh sains modern atas penjelajahannya
dalam kosmos, dan teori-teori itu masih dianggap benar karena didukung oleh
sejumlah hasil pengamatan dengan tingkat ketepatan yang tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pikirlah baik-baik sebelum berkomentar...