Model
Steady-State
Model
ini sebenarnya adalah model alam semesta klasik yang sudah harus ditinggalkan,
karena sudah tidak sesuai dengan hasil pengamatan modern saat ini. Model ini
dulu di anut oleh orang-orang pada masa Yunani kuno, ketika observasi alam
masih menggunakan alat-alat manual dan sangat terbatas. Namun ada beberapa
ilmuwan yang masih berusaha mempertahankan model ini disebabkan mereka tidak
suka dengan gagasan yang mengatakan bahwa waktu mempunyai awal pada model Big
Bang.
Namun
kiranya bukan suatu kesalahan jika penulis menyinggung sedikit saja tentang
model ini, untuk sekedar agar kita mengetahuinya saja. Model ini dikemukakan
pada tahun 1948 M oleh dua pelarian yang berasal dari Austria yang diduduki
Nazi, Hermann Bondi dan Thomas Gold. Mereka bersama-sama dengan Fred Hoyle,
seorang Inggris, mengembangkan radar selama Perang Dunia II. Berikut ini
gagasan ketiga orang itu. Dengan berpisahnya galaksi-galaksi, terus-menerus terbentuk
galaksi baru dalam materi baru yang terus-menerus tercipta. Oleh karena itu
alam semesta akan tampak kurang lebih sama sepanjang waktu maupun pada semua
titik dalam ruang. Model keadaan tunak ini menuntut modifikasi terhadap
relativitas umum untuk memungkinkan penciptaan materi terus-menerus, namun laju
pembentukan ini begitu rendah (sekitar satu partikel per kilometer kubik per
tahun). Sehingga tidak bertentangan dengan hasil eksperimen. Model ini
merupakan teori keilmuwan yang baik; artinya sederhana dan membuat ramalan
terpastikan yang dapat diuji dengan pangamatan. Namun bagaimanapun model ini
memang harus ditinggalkan, apa lagi setelah penemuan adanya radiasi gelombang
mikro oleh Penzias dan Wilson pada tahun 1965 M.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pikirlah baik-baik sebelum berkomentar...