Pages

Lubang Hitam


Istilah lubang hitam pertama kali digunakan tahun 1969 oleh fisikawan Amerika John Wheeler. Lubang hitam adalah nama bagi bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya dan ia ambruk hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak hingga dan volume nol serta medan magnet yang amat kuat. Bintang mati seperti ini tidak mampu dilihat dengan teropong tercanggih sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu meloloskan diri darinya. Namun, bintang runtuh seperti ini dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkan di wilayah sekelilingnya. Ia mempunyai gaya gravitas daya hisap raksasa terhadap benda-benda langit lainnya.
Kehadiran lubang hitam ini baru diprediksikan keberadaannya dua puluh tiga tahun kemudian setelah Einstein mengemukakan teori relativitas umumnya. mereka yang meramalkan kehadirannya adalah ilmuwan fisika nuklir kenamaan Amerika Serikat, Julius Robert Oppenheimer (1904-1967 M) bersama salah seorang muridnya di Universitas Of California, Berkeley bernama Hartland Snyder. Mereka mengatakan bahwa setelah semua bahan termonuklir yang berperan sebagai sumber energi tinggi sebuah bintang habis terpakai, akan terjadi hal aneh pada bintang tua ini.
Sebuah hasil pengamatan yang diperoleh pada bulan Maret 1971, ketika sejumlah ahli astrofisika dari Cambridge University di Inggris berhasil menangkap sebuah pemancar tunggal gelombang radio yang berada pada tempat pemancar sinar-X dan berimpit dengan sebuah bintang maha raksasa muda kelas 0 yang diberi nama HD 226 868.
Garis spektrum gelombang cahaya yang diamati dari bintang ini ternyata bergeser ke kanan dan ke kiri secara teratur. Menurut Efek Dopler, geseran garis spektrum ke kanan serupa dengan bunyi bernada rendah sedangkan ke kiri yang bernada tinggi. Jadi geseran bolak balik garis spektrum cahaya yang diamati dari bintang HD 226 868 menunjukkan bahwa bintang ini melakukan gerak edar atau berotasi dengan gerak memutar. Ini berarti ia adalah anggota sebuah sistem bintang ganda yang rekannya tidak kelihatan. Analisis data terhadap lebar pergeseran garis spektrum di atas menunjukkan bahwa bintang ini menyelesaikan satu kali putaran (dalam satu periode) dalam waktu 5 hari 12 jam 24 menit dan bergerak dengan kecepatan linier sebesar 64 kilometer setiap detik. Sungguh suatu kecepatan gerak edar yang cukup tinggi.
Hasil analisis data pengamatan selanjutnya juga memperlihatkan bahwa bintang maha raksasa muda ini memiliki massa yang sangat besar, sekitar 20 kali massa matahari. Dengan demikian, maka kekuatan gaya berat yang diperlukan oleh rekannya yang tidak kelihatan, sehingga sanggup mengorbitkan sang bintang maha raksasa, ia harus memiliki massa sekitar 6 kali massa matahari. Maka di duga keras, benda tidak kelihatan ini mungkin saja adalah sebuah lubang hitam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pikirlah baik-baik sebelum berkomentar...